KKN Mahasiswa UGM

Secara resmi Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos bersama Wakil Bupati, Hj. Yulis Suti Sutri menerima langsung 30 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Kaur, kemarin (13/6).

KOTA BINTUHAN – Secara resmi Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos bersama Wakil Bupati, Hj. Yulis Suti Sutri menerima langsung 30 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Kaur, kemarin (13/6). KKN akan berlangsung selama lebih kurang dua bulan hingga Agustus 2017 mendatang.

Tidak hanya bupati dan wakil bupati, 30 mahasiswa UGM ini juga disambut oleh Sekda Kaur, Nandar Munadi, S.Sos, M.Si serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penerimaan mahasiswa KKN dilaksanakan di lantai tiga Pemkab Kaur. Selain 30 mahasiswa juga hadir dosen pembimbing lapangan dari UGM, Syaukat Ali.

Dalam kesempatan itu Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos berharap agar kerjasama antara Pemkab Kaur dan UGM setiap tahunnya bisa terus berkelanjutan. Apalagi sudah dua tahun ini Pemkab Kaur memberikan beasiswa gratis ke UGM untuk pelajar terbaik Kaur setiap tahunnya. Untuk itu bupati sangat berharap, KKN mahasiswa UGM ke Kaur ini nantinya bisa bermanfaat bagi warga desa dan motivasi bagi pemuda Kaur untuk kuliah di UGM.

“Banyak potensi Kaur saat ini belum tergarap secara maksimal, untuk kita harapkan peran serta mahasiswa UGM ini nantinya bisa mempromosikan Kaur ke luar. Karena banyak potensi Kaur yang belum banyak diketahui, seperti potensi wisata dan sebagainya. Kita juga akan memfasilitasi kegiatan UGM di Kaur selama lebih kurang dua bulan ini,” terang Bupati.

Sebanyak 30 mahasiswa UGM yang berasal dari berbagai fakultas selama tiga bulan akan ditempatkan di tiga desa yang ada di Kaur. Pertama Desa Linau Kecamatan Maje, Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje dan Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan. Mereka akan terbagi menjadi 10 orang dalam setiap desa, selama tiga bulan akan membaur dengan masyarakat sekitar.

“Saya harapkan banyak persoalan yang mereka temukan, sehingga ada solusi dari semua persoalan yang ada,” terang Dosen Pembimbing Lapangan, Syaukat Ali.