Sekda Pimpin Langsung Mediasi Antara PT DPM dan Petani Plasma

PIMPIN: Sekda Kaur Nandar Munadi saat memimpin langsung mediasi PT DPM dan petani plasma.

BINTUHAN – Hingga pukul 18.00 WIB kemarin (27/7), mediasi antara PT. Desaria Plantation Mining (DPM) dengan petani plasma masih berlangsung di lantai tiga Pemkab Kaur. Mediasi dipimpin Sekda Kaur, Nandar Munadi, S.Sos, M.Si yang juga dihadiri Asisten I Bahrun Budiman, Plt Kadis Pertanian, Nasrul Rahman, S.Hut.

Juga hadir Kasat Reskrim AKP. Candra dan KBO Intelkam Ipda. Tomson serta para petinggi PT. DPM dan perwakilan petani plasma. Rapat berlangsung alot karena banyaknya opsi yang disampaikan perusahaan dan petani plasma. Karena perusahaan ingin kegiatan tetap berjalan, sementara petani plasma menuntut haknya yang seharusnya sudah dipenuhi oleh perusahaan.

Kepada RB, Sekda Kaur Nandar Munadi usai rapat mengatakan kalau PT DPM dan petani plasma sudah sepakat untuk membuka portal jalan yang ditutup selama ini. Dengan demikian pihak perusahaan mulai besok (hari ini red) sudah bisa beraktivitas dan melintasi jalan tersebut.

Salah satu kesepakatan, petani plasma akan mendapatkan pembagian hasil dari kebun inti yang saat ini seluas 1.039 hektare dengan pembagian 60 persen perusahaan dan 40 persen untuk petani plasma. Semua petani plasma yang mempunyai CPP akan mendapatkan bagi hasil tersebut.

“Saya baru pulang dan rapatnya memang cukup panjang, namun ada kesepatakan antara petani plasma dan pihak PT DPM. Bagi hasil akan segera diterapkan. Perusahaan juga akan terus membuka lahan kebun untuk petani plasma yang ada,” kata Nandar Munadi.

Sebelumnya petani plasma tetap bersikeras untuk tidak membuka jalan jika pembagian hasil 60 banding 40 tidak dibagikan kepada petani plasma. Karena sudah hampir tiga tahun lebih kebun inti menghasilkan buah, namun petani plasma belum mendapatkan pembagian hasil.

“Kita sudah berulang kali melakukan mediasi, namun selalu petani kita yang dirugikan. Saat ini kita sepakat pembagian kebun inti 60 banding 40 saat ini dibagikan ke petani plasma. Baik itu petani plasma yang lahannya sudah digarap atau yang lahannya belum ditanam,” kata Darsuki yang juga perwakilan petani plasma.

Untuk diketahui lahan perusahaan seluas 1.039 hektare dimana diantaranya lahan plasma (lahan inti) seluas 400 hektare. Dengan kesepakatan ini maka dalam waktu dekat semua petani plasma akan mendapatkan bagi hasil dari keuntungan 400 hektare lahan inti yang telah menghasilkan. Sementara itu pihak perusahaan juga akan mulai melakukan pengecekan CPP yang ada jangan sampai nantinya ada lahan yang tumpang tindih.