GENCARKAN PROMOSI DAN PERCANTIK OBYEK WISATA (Wawancara Ekslusif Dengan Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos)

Kabupaten Kaur merupakan salah satu daerah di Provinsi Bengkulu dengan potensi wisata yang sangat besar. Di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung ini ini ada berbagai jenis obyek wisata, mulai dari pantai, air terjun, eko wisata, hingga wisata sejarah.

Dengan potensi wisata yang sangat besar itu belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Hampir seluruh obyek wisata di Kabupaten Kaur belum dikelola secara profesional. Dengan kondisi tersebut, lantas langkah dan kebijakan apa yang telah dan akan dilakukan Pemkab Kaur untuk mengembangkan pariwisata menjadi sebuah industri unggulan meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat.

Selain kurang promosi, apa yang menjadi kendala pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kaur?

Kalau dibilang kurang promosi, saya rasa kurang tepat. Karena kita rutin mengikuti promosi pariwisata di berbagai daerah. Selama tahun 2017 hingga hari ini kita sudah tiga kali mengikuti pameran pariwisata di berbagai daerah. Yaitu Pameran BIATTEX EXPO dlm rangka hari jadi kota bengkulu ke 298 di Bencoolen Indah Mall (BIM) pada bulan maret 2017, Pameran dalam rangka pameran/pagelaran seni di anjungan Bengkulu dlm rangka hut Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ke 42 bulan april 2017, Pameran BIATTEX (Bandung Investment, Agricultur, Tourism, Trade & Export Commodity) expo di bandung  bulan agustus 2017, serta Pameran BITTRA expo (Batam Investment Tourism and Trande Expo) di Nagoya Hill Batam bulan september 2017.

Kita juga terus mengexplore potensi pariwisata yang masih banyak tersembunyi. Saat ini komunitas-komunitas yang peduli terhadap keindahan lokal mulai menjamur. Diantaranya ada Pokdarwis Raflesia Kaur, sebuah komunitas peduli puspa langka yang ada di daerah Padang Guci yang bergerak di ekowisata dengan mengedukasi masyarakat terkhusus pelajar agar melindungi dan menjaga habitat Bunga raflesia yang ada di Hutan Manau Sembilan Padang Guci Hulu. Ada juga komunitas Trail Adventure Kaur (TRIAK) walaupun terkesan arogan dengan kegagahan kuda besinya, secara tidak langsung TRIAK telah mempromosikan keindahan alam Kaur dengan cara mereka sendiri. Dengan motor tungganganya, komunitas TRIAK menemukan beberapa wisata air terjun, danau yang terdapat di kawasan hutan Kabupaten Kaur yang susah dijangkau kendaraan biasa.

Terkait Visit Bengkulu 2020, apa saja yang akan dilakukan Pemkab Kaur dalam menyukseskan program tersebut?

Banyak hal yang sudah kita lakukan untuk menyukseskan Visit Bengkulu 2020. Tahun ini saja kita sedang mempercantik objek wisata Danau Kembar. Disana kita bangunkan Panggung, Gazebo serta sarana prasarana lainnya agar pengunjung betah berlama-lama menikmati alamnya.

Kita juga berkoordinasi dengan pengelola Pantai Laguna agar terus mempromosikan wisata Pantai Laguna di berbagai media. Kabar baiknya adalah saat ini, pantai laguna mulai menjadi perbincangan wisatawan mancanegara. Beberapa dari wisatawan mancanegara yang sudah pernah singgah di Pantai Laguna selalu berbagi cerita tentang keindahan Pantai Laguna kepada komunitasnya.

Selain itu mulai saat ini kita juga memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri Putra dan Putri pariwisata agar mereka bisa mengexplorasi diri mereka. Setiap acara yang berkaitan dengan budaya dan pariwisata, mereka selalu dilibatkan. Kita tidak mau mereka cuma menjadi symbol saja, tetapi mereka harus mampu mengaktualisasikan diri  mereka.

Selain itu? 

Pada tahun 2018 kita mengusulkan dana DAK untuk pembangunan akses jalan tembusan dari Pantai Way Hawang menuju Danau Kembar. Agar kedua tempat wisata tersebut bisa menjadi satu paket. Orang berkunjung ke pantau Way Hawang bisa diarahkan juga untuk menikmati wisata Danau Kembar begitupun sebaliknya.

Kabupaten Kaur ini kan terkenal dengan gurita nya, kita harus bisa memanfaatkanya sebagai produk unggulan Kabupaten Kaur. Saat ini kita juga sedang merancang membuat Festival Gurita, kita angkat potensi Sumber Daya Alam melalui gurita. Kita harus yakin jika dikelola dengan professional, dengan festival gurita nantinya Kabupaten Kaur akan mendunia.

Program pengembangan wisata tentu tidak bisa lepas dari peran aktif masyarakat, khususnya di sekitar obyek wisata. Apa yang telah dilakukan Pemkab Kaur untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengembangan objek wisata ini?

Kalo berupa ajakan atau seruan langsung kepada masyarakat, kebanyakan dari mereka enggan untuk mengikuti seruan tersebut.

Pemkab Kaur bekerjasama dengan PT Telkomsel telah meminimalisir Blankspot area (daerah yang terjangkau signal telekomunikasi). Pembangunan BTS di beberapa titik serta penguatan signal telkomsel telah dilakukan. Beberapa bulan kedepan, Kabupaten Kaur ditargetkan terbebas dari Blankspot area.

Apakah ada hubungan antara Kaur bebas blankspot area dengan sektor pariwisata yang sedang digaungkan pemkab kaur?

Tentu saja ada, bahkan sangat erat kaitannya. Kita tahu, arus perkembangan media komunikasi saat ini sangat pesat dan cepat. Rata-rata masyarakat usia produktif memiliki akun media social. Nah, bila jaringan telekomunikasi lancar hingga ke pelosok, tidak ada yang mampu menghalangi masyarakat untuk berinteraksi di dunia maya. Contoh kecil saja, sore hari mereka sedang mandi pantai di Pantai Linau, kemudian mereka unggah ke akun media social miliknya dan saat itu juga masyarakat luas akan melihat keindahan pantai linau. Begitupula Pokdarwis Raflesia Kaur ataupun TRIAK mereka bisa unggah foto saat itu juga dari tempat mereka berpijak.

Promosi pariwisata melalui media social yang dilakukan masyarakat sudah menjadi perhatian pemkab Kaur. Masyarakat bisa berpartisipasi kapan saja dan dimana saja selagi mereka mendapatkan signal telekomunikasi.

Jadi secara tidak langsung, melalui pembangunan BTS jaringan Telekomunikasi serta penguatan signal telekomunikasi, Pemkab Kaur mengajak masyarakat aktif dalam promosi pariwisata?

Betul sekali. Akan lebih tepat bila dikatakan Pemkab Kaur melayani masyarakat yang membutuhkan jaringan telekomunikasi. Mengingat telekomunikasi saat ini sudah seperti kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Dengan adanya jaringan telekomunikasi yang prima, masyarakat terbantu untuk mengakses berbagai pengetahuan. Begitupula pihak pemerintah yang salah satu programnya yaitu memajukan pariwisata akan sangat terbantu dengan informasi-informasi dari masyarakat.

Efeknya bagi program pariwisata yang sedang digaungkan sangat besar. Seperti yang dicontohkan tadi, saat masyarakat sedang berlibur, mereka unggah foto dengan caption macam-macam. Semua orang bisa liat, bahwa ada pantai linau, pantai laguna, wayhawang, air terjun dan sebagainya semuanya ada di kabupaten Kaur.

Mereka tidak menyadari, bahwasanya secara tidak langsung polah mereka tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan pariwisata. yang disadari oleh mereka biasanya cuma layanan telekomunikasi yang cepat.

Terakhir, apa pesan pak Gusril pada masyarakat terkait sector pariwisata yang sedang akan dikembangkan ini?

Saya cuma titip pesan kepada masyarakat Kabupaten Kaur, mari bangun dari tidur, bangkit dan lihatlah sekeliling mu betapa indahnya alam Kaur. Sadarilah, kalau tidak dimulai dari sekarang, kita cuma akan menjadi penonton di  rumah sendiri. (RM + FAC)

Share