PT PLN Segera Bangun 121 Tower SUTET

Ketersediaan listrik saat ini merupakan salah satu syarat utama dan menjadi kebutuhan sangat penting bagi proses pembangunan sebuah wilayah, untuk itu saat ini hambatan yang masih dirasa oleh Pemerintah Kabupaten Kaur adalah belum terpenuhinya kebutuhan listrik diseluruh wilayah dan merupakan salah satu kendala utama bagi upaya menarik minat investor untuk mengembangkan usaha di Kabupaten Kaur

Hal ini disampaikan Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos saat membukan acara Audensi dan Sosialisasi pembangunan Saluran Udara tegangan tinggi (SUTET) PT PLN (persero) Unit Induk Pembangunan Sumbagsel, Selasa (14/11/2017) di Aula BDC Pondok Pusaka.

Bupati menjelaskan Pemerintah Daerah sedang berupaya mengambil beberapa langkah konkrit dalam membenahi permasalahan ini, diantaranya penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoU) dengan PT. PLN Persero tentang penyediaan listrik di wilayah Kabupaten Kaur, yang ditandatangani Bupati Kaur dan General Manager General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu (WS2JB), Budi Pangestu di Palembang beberapa waktu lalu.

Banyaknya keluhan masyarakat tentang seringnya pemadaman listrik, pabrik es tidak bisa beroperasi, tambak udang tidak bisa terpenuhi pasokan listriknya, akar permasalahanya adalah kurangnya pasokan listrik untuk Kabupaten Kaur

Menurut Bupati cara mengatasi permasalahan ini, Kabupaten Kaur harus memiliki Gardu Induk sendiri dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET), agar Kabupaten Kaur tidak kekurangan daya lagi

Bupati berharap Kepala Desa, Camat, Pers, kelapa OPD yang membidangi untuk bisa mendukung dan mensosialisasikan kepada masyarakat rencana Pemerintah Daerah dan PT PLN untuk membangun 121 Sutet yang akan melintasi 33 desa di 4 Kecamatan sepanjang Sulau Wangi sampai Muara Tetap

“Intinya mari kita sama-sama mendukung program Pemerintah ini demi kebaikan bersama, bila pembangunan Gardu Induk dan Sutet ini selesai ,kaur tidak akan mengalami krisis listrik lagi, sangat besar pengaruhnya dan sangat besar manfaatnya untuk pemerintah dan masyarakat” tutur bupati

Sementara itu menurut I Ketut Darpa Manager Hukum, Komunikasi dan Pertanahan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumbagsel yang mewakili General Manager Unit Induk Pembangunan Sumbagsel, Dady Murihno mengatakan  rencana pembangungan SUTET yang mengalirkan daya sebesar 150 KV di Kabupaten Kaur adalah tindak lanjut MoU Bupati Kaur dalam hal ini atas nama Pemerintah Kabupaten Kaur dan untuk ikut merealisasikan program besar kepemerintahan Jokowi-JK yaitu pembangunan 35.000 MW yang harus selesai tahun 2019.

“Tujuan kami melakukan sosialisasi ini agar masyarakat memahami bahwa ini adalah program pemerintah (Negara). Tugas kami menyampaikan kepada masyarakat dampak adanya Sutet, ketentuan aturan Sutet dan kompensasi atau ganti rugi,” ujar I Ketut

Dikatakannya,untuk PT PLN (Persero) Wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu (WS2JB) dalam melaksan program Presiden jokowi dilakukan di 4 provinsi, sedangkan di provinsi Bengkulu dilaksanakan 6 kabupaten/kota yang harus ditindak lanjuti, untuk prioritas, mana bupati yang cepat responnya itu yang di dahulukan,  rencana pembangunan tersebut melintasi 33 desa di  4 Kecamatan

 “Ada kompensasi, kami berikan untuk pemukiman dan lahan  warga yang dilintasi kabel Sutet serta ganti rugi terhadap tanah, bangunan, dan taman. Bangunan yang terkena titik tower Sutet, itu diganti rugi sesuaikan dengan harga pasar,” jelasnya.

“Disini juga kami tidak gunakan NJOP melaikan harga pasar yang berlaku, hitungan nilai ganti rugi PLN tidak berwenang. Nanti yang menaksir dari Kantor Jasa Layanan Publik Independen, jadi kami tidak bisa menaikan, atau menurunkan harga ganti rugi” pungkasnya.

Turut hadir dalam Audiensi dan Sosialisasi rencana pembangunan SUTET PT PLN tersebut, Sekda Kaur Nandar Munadi, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Endi Yurizal, SP, Kepala Bappeda dan Litbang Drs. Ersan Syafiri, MM serta seluruh kepala desa yang desanya akan dilalui SUTET. (tp)