Bupati Ajak Pramuka Lestarikan Permainan Tradisional

Maje – Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat permainan anak tradisional perlahan mulai ditinggalkan oleh anak zaman sekarang. Dilatarbelakangi hal tersebut, Bupati Kaur menantang peserta kemah akbar Pramuka Penggalang dalam rangka menyambut tahun baru 2018 dan dalam rangka promosi pantai danau kembar untuk mengadakan lomba mainan tradisional anak diantaranya lomba terompah dan ce unci balung hayam.

Menurut Bupati lomba tersebut bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional dan mampu membentuk karakter sosial anak. Selain itu, permainan tradisional juga mampu menjaga kekompakan antar tim. Bupati menambahkan kegiatan ini juga dapat membangkitkan semangat anak pramuka untuk berpacu meraih prestasi, cinta lingkungan, disiplin dan bertanggungjawab, serta mempererat tali persahabatan dan persaudaraan.

Bupati mengungkapkan bahwa permainan tradisonal lebih mengajarkan nilai kebersamaan, disiplin, serta kejujuran. Untuk itu, anak-anak Pramuka disarankan untuk tidak meninggalkan permainan tradisional dan jangan hanya mengandalkan permainan gadget.

Menurutnya, kegiatan yang disajikan adalah permainan yang mengandung unsur edukasi di alam terbuka. “Permainan bagi Pramuka adalah penting. Oleh karena itu, para pembina Pramuka, saya harap memiliki kreativitas dalam melakukan permainan. Jika memungkinkan, ciptakan permainan-permainan yang edukatif, disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ungkap Bupati. “Selain untuk membangkitkan semangat dalam meraih prestasi dan sebagai hiburan tersendiri, kegiatan ini juga sekaligus mengajak mereka untuk mengenal bahwa Indonesia memiliki berbagai jenis permainan tradisional yang harus terus dilestarikan” kata Bupati

Bupati juga mengatakan sangat senang sekali bisa melihat kecerian anak-anak pramuka yang mengikuti kemah, Ia berharap permainan tradisional ini bisa dimainkan kembali di rumah masing masing anak. “Agar anak-anak Kaur khususnya anak pramuka mengurangi bermain dengan gadgetnya,” harapnya.Salah satunya, permainan tradisional bermanfaat untuk melatih kreatifitas anak. Dimana, biasanya alat permainan yang digunakan berupa barang atau tumbuhan yang ada di sekitar pemain. Hal itu mendorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan alat-alat permainan.

“Hasil dari kemah lomba ini, para pramuka ini nantinya akan semakin kreatif dan diharapkan dapat kembali di masyarakatkan permainan ini,” jelas Bupati

“Untuk nanti peserta lomba yang menang, akan ada hadiah khusus dari saya” pungkas Bupati. (tp)