PEMENTASAN TEATER SMPN 8 KAUR DALAM ACARA PENYERAHAN REWARD ATAS PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN KAUR

Bintuhan – Berbicara masalah Pajak tentu tidak terlepas dari ketentuan yang berlaku dan kesadaran yang di miliki oleh oleh orang per orangan, Instansi, dan Perusahaan. Hal ini juga menjadi keharusan dan kewajiban kita semua sebagai Warga Negara Indonesia yang baik. Begitu juga kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur Pada Tanggal 28 Desember 2017 yang lalu, menggelar acara Penyerahan Reward kepada Kecamatan dan Desa yang terbaik dalam Pemungutan Pajak, acara tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) dan dihadiri oleh Bupati Kaur Gusril Fauzi, S. Sos serta dalam acara tersebut di hibur dengan Pementasan Teater yang dimainkan oleh Siswa-Siswi dari SMP Negeri 8 Kaur.

Pementasa Teater sengaja dilakukan untuk mengisi acara tersebut. Dalam Naskah Teater tersebut  bertemakan Sebuah Desa yang di Pimpin oleh Kepala Desa yang tidak transparan dalam mengelola Keuangan Desa dan enggan membayar Pajak. Drama yang berdurasi kurang lebih setengah Jam tersebut berjalan dengan baik dan cukup menghibur Bupati Kaur beserta Perangkat Daerah lainnya yang hadir dalam acara tersebut. Dalam drama itu mainkan atau diperankan oleh Lima Orang Siswa dan Siswi SMPN 8 Kaur yang masing berperan sebagai Kepala Desa, Penjual sayur keliling, Ibu-ibu yang bengis yang suka ngerumpi dan ada juga Ibu yang berperan sebagai Penengah masalah.

Keseriusan dan semengat terlihat di wajah para pemain saat tampil dihadapan Bupati Kaur dan para undangan. Peran yang sangat menonjol tampak dari Siswi-siswi yang berperan sebagai Ibu-ibu yang suka ngerumpi, ditambah tingkah lucu dan kocak dari peran tukang sayur keliling yang bernama Bedul. Gaya bicara dan akting Bedul dalam Drama tersebut sontak membuat gelak tawa dan tepuk tangan dari Bupati dan seluruh undangan yang hadir. Dikatakan oleh seorang Guru SMPN 8 Kaur bahwa “ Para Siswa-Siswi ini cuma berlatih Drama dalam satu hari dan perlengkapan seadanya, namun Saya yakin kalau Siswa-Siswi ini berlatih dengan giat dan dilatih oleh Guru yang berpengalaman dalam bidang akting insyaallah mental mereka akan lebih kuat dan akan lebih baik lagi” ujarnya.

Di saat Drama berakhir Bupati langsung memberiakn tepuk tangan dan mengucapkan selamat kepada para perwakilan  Siswa-Siswi Negeri 8 Kaur yang telah menghibur dengan pementasan Teaternya. Bupati Kaur Gusril Fauzi, S. Sos menyimpulkan Isi dan Pesan Moral yang terkandung dalam Drama tersebut antara lain adalah Seorang Kepala Desa harus Tegas dalam menjalankan tugas, Transparan kepada Warga Desa dalam mengelola Dana Desa, Mendengarkan setiap aspirasi dari warganya yang bersifat membangun, Berwibawa, Bersikap Adil dan Bijaksana dan yang terpenting adalah selalu memberikan contoh yang baik kepada warganya serta Taat Membayar Pajak, karena menurut Bupati Seoarang Kades adalah Pemimpin disuatu Desa dalam menyelesaikan Masalah-masalah yang ada di Desa masing-masing demi Kemajuan Desanya.( Bny.)