Puskesmas Tetap Laksanakan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

Tetap- Puskesmas tetap mulai melakukan pendataan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Trans Tanjung Agung Kecamatan Tetap menggunakan formulir profil kesehatan keluarga (Prokesga) dan paket Informasi kesehatan keluarga (Pinkesga) terhadap 200 KK warga trans, Sabtu (3/3/2018).

Menurut Kepala Puskesmas Tetap Yenli Sisma Yeti, SKM yang langsung turun ke lapangan mengatakan Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. Program ini didukung oleh program sektoral lainnya yaitu Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahtera. Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama Pembangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melalui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I. Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015.

Yenli menambahkan Prokesga dan Pinkesga digunakan untuk penyusunan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi di tingkat puskesmas. “Dalam pelaksanaannya, keluarga akan dibina oleh kader atau petugas kesehatan dari puskesmas melalui penyuluhan dan kegiatan lainnya,” ujarnya. “Program ini diharapkan mampu menyiasati permasalahan akses ke pelayanan kesehatan yang masih sulit dijangkau di beberapa tempat seperti di daerah trans Tanjung Agung ini, Program ini merupakan program lanjutan dari adanya program kunjungan puskesmas yang telah dilaksanakan sebelumnya,” terang Yenli.

PIS-PK merupakan upaya pemerintah dalam membangun kemandirian masyarakat dalam hidup sehat. Sekaligus sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Harapannya, terciptanya masyarakat yang produktif, sadar kesehatan, serta berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Ada 12 indikator utama capaian keluarga yang diharapkan dari PIS-PK. Diantaranya, keluarga mengikuti program keluarga berencana, ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap dan mendapat ASI Elsklusif, serta Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan.

Indikator lain, penderita tuberculosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standard, penderita hypertensi melakukan pengobatan secara teratur, penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan. Selain itu, anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional, keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

Sementara itu, pelaksanaan kunjungan rumah oleh petugas harus mencapai target total coverage Kepala Keluarga yang ada  pada tahun 2019. Hasil awal kunjungan rumah akan didapatkan nilai Indeks Keluarga Sehat (IKS).

Yenli berharap kepada masyarakat untuk tidak ragu dan bersedia memberikan data yang dibutuhkan oleh petugas dari Puskesmas yang akan melakukan kunjungan rumah dalam rangka pendataan PIS-PK. Sebab, petugas akan memberikan penyuluhan dan pemecahan masalah kesehatan. “Masyarakat juga dapat berkonsultasi kesehatan,” pungkasnya. (tp)