Atlit Kaur Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah

Tetap – di era moderenisasi sekarang ini ternya masih ada keluarga kita yang masih hidup dibawah kemiskinan. Salah satunya, keluarga Sansumarjo (tartok) panggilan akrap sehari-harinya, tinggal di desa tanjung dalam kecamatan tetap. Dengan kehidupan yang jauh dari layak Untuk mengidupi keluarga sehari-hari  dan menyekolahan ke tiga anaknya Tartok dan Isti Supriyah bergantung dengan tanam sayur-sayuran dan berjualan dipasar memanpaatkan lahan tetangga  yang kosang tidak jauh dari rumahnya. Walupun dengan penghasilan yang minim Tarok dan Isti Supriyah tetap mengutamakan pendidikan untuk anak-anaknya hingga tamat pendidikan tingkat atas. Terlihat dari raut wajah Tarok menaruh harapan kepada 4 orang anaknya agar kedepan nantinya biasa menjadi yang lebih baik lagi.

 

 

Ahmad Perdi Saputra, putra sulung Tarok selama dibangku pendidikan tingkat atas 3 tahun yang lalu adalah seorang atlit karate yang telah beberapa kali membawa nama baik Kabupaten Kaur di tingkat Provinsi tapi sayang setelah tamat SMA Admad tidak bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi mengingat tidak adanya biaya. Dan ia memutuskan membantu Bapak diladang agar biasa menyekolahkan ke tiga adiknya sampai tamat.

 

Keluraga Tarok sangat berterimakasih sekali Kepala Polsek Kaur Selatan yang telah mempercayai mendapatkan bantuan bedah rumah. selama ini “kami sudah ada pemberitahuan dari pihak kepolisian bahwasanya kami akan mendapatkan bantuan benah rumah namun bantuan itu belum terlaksana karena tanah yang kami tempati ini masih menumpang dengan tetangga, Tapi alhamdulillah tahun kemaren tanah yang kami tempati saat ini sudah menjadi milik sendiri dengan dibuktikannya surat hibah”.

 

Hari ini kamis 5/7 bantuan benah rumah sudah kami terima. Saat ini baru mulai mengangkut material berupa pasir dan batu, mungkin besok menyusul materialainnya, Tarok berharap kedepannya mendaptkan bantuan berupa aliran listrik seperti masyarakat lainnya, tegasnya.

Sudah selayaknya keluarga tarok mendaptkan bantuan benah rumah karena rumah yang mereka tempati selama ini jauh dari layak huni dengan ukuran 3×4 berdinding papan/ seleberan dan berlantai tanah, yang dihuni oleh keluarga tarok dengan 2 orang anak gadis dan 2 orang anak bujang. (Zahri)