Hari Keluarga Nasional XXV : Cinta Keluarga, Cinta Terencana

Bintuhan- Nasional (Harganas) XXV Tahun 2018 adalah momentum untuk mengingatkan kembali akan pentingnya keluarga sebagai tempat persemaian putra-putri kita dalam membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai sosial budaya didalam keluarga. Kewajiban keluarga adalah menciptakan nilai-nilai kepribadian untuk membentuk nilai-nilai luhur bangsa, yang akan menjadi bekal anak-anak yang nantinya akan terjun ke masyarakat.

Pembinaan dini orang tua di dalam keluarga harus dilestarikan oleh segenap anggota keluarga, agar menjadi suatu kekuatan dalam keluarga baik dibidang kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya. Sebagai wahana yang tangguh demi terwujudnya ketahanan keluarga yang pada akhirnya mewujudkan ketahanan nasional. Keluarga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri kita, karena seluruh cinta dan kasih sayang yang kita miliki berasal dari keluarga. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kegiatan interaksi di lingkungan keluarga sehingga hubungan di antara anak dan orangtua bisa semakin erat.

Demikian disampaikan Direktur Bina Kesetaraan Keluarga Berencana Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus, BKKBN RI, Drs Nerius Auparai MSi dalam sambutannya saat menyampaikan pidato Kepala BKKBN RI saat acara puncak Harganas ke XXV tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2018, di Lapangan Merdeka Bintuhan, Kabupaten Kaur, Senin (30/7/2018).

Dalam sambutannya mewakili Kepala BKKBN RI Nerius mengatakan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi sangat penting dan strategis, mengingat peran keluarga sebagai pilar utama dalam pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang makmur dan sejahtera. Tahun 2018 ini merupakan Hari Keluarga Nasional XXV, yang memiliki semangat untuk meraih Indonesia emas tahun 2045.Sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014, Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Keluarga akan selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi. Keluarga sebagai soko guru bangsa, keluarga sebagai wadah utama dan pertama dalam membina anak-anak.

 “Saya mengajak masyarakat untuk memperhatikan pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, dengan menerapkan 8 Fungsi keluarga secara optimal. Keluarga harus memperhatikan pola asuh anak dan memberikan kebutuhan kesehatan, kasih sayang, cinta dan pendidikan yang sebaik-baiknya,” ungkapnya.Sementara itu Bupati Kaur Dalam sambutannya dihadapan tamu undangan menyampaikan Peringatan Harganas ke XXV ini merupakan momen yang mengingatkan kepada kita semua keluarga kuat berkualitas dalam rangka untuk menyiapkan generasi bangsa kedepan. Persepsi ini harus menjadi komitmen kita bersama para kepala daerah, apapun yang terjadi 20 Tahun kedepan akan dimulai saat ini, ungkapnya.

Lanjut bupati, kalau kualitas kekuarga ini tidak jelas atau tidak terencana maka bahaya bagi kita semua diwaktu memasuki bonus demografi era persaingan yang luar biasa. Momen ini sangat berharga mengingatkan kita semua, betapa pentingnya membangun keluarga yang berdaya, berkualitas dalam rangka menyiapkan generasi bangsa kedepan. Hal senada juga disampaikan Plt Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA, bahwa seorang ibu. dalam keluarga mempunyai peran sangat penting, peran ibu identik dengan sifat kasih dayang kepada anak-anaknya. Oleh karena itu tidak berlebihan bila pembentukan karakter anak sangat bergantung pada sosok ibunya, paparnya.

Plt gubernur menambahkan, setiap keluarga di Indonesia dapat menciptakan ketahanan keluarganya masing-masing dengan menerapkan fungsi keluarga agar menciptakan generasi emas. Gubernur S berpesan agar ibu-ibu selain menjaga ketahanan keluarga juga harus memiliki usaha produktif melalui UMKM. Dengan kesibukan yang produktif bagi ibu-ibu guna mengendalikan perekonomian, minimal untuk keluarga, jelasnya. (tp)