Tinjau Imunisasi Measles Rubella (MR), Wabup Berharap Kaur Bebas Campak Rubela

Maje- Wakil Bupati Kaur Yulis Suti Sutri, SKM mengunjungi SDN 34 Kaur dan MIN 2 Kaur, Selasa (7/8/2018) dalam rangka meninjau pelaksanaan imunisasi Campak dan Measles Rubella (MR). Berkaitan dengan hal tersebut, wabup menghimbau kepada seluruh orang tua dan para guru untuk membawa anaknya yang berusia 9 bulan sampe dengan 15 tahun untuk imunisasi.

Wabup mengatakan Kabupaten Kaur harus bebas dari Campak dan Rubella. Kegiatan imunisasi yang di selenggarakan dari awal Agustus ini hingga sampai dengan september 2018 nanti, sebagai salah satu upaya Pemkab mensukseskan program nasional dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, dengan tujuan agar Kabupaten Kaur terbebas dari Campak dan Rubella. Selain wajib bagi semua masyarakat, pemerintah juga berkewajiban mengupayakan imunisasi dilakukan secara tuntas. “Saya berharap agar guru dan Kepala sekolah berperan aktif untuk bagi siswa/siswi yang tidak masuk saat melaksanakan vaksinasi di sekolahnya. Kepala Sekolah dan guru harus berperan aktif untuk menjemputnya dan mengupayakannya agar anak tersebut dapat melakukan imunisasi,” sebut wabup.

Terkait kontroversi imunisasi campak-Rubella, wabup juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir, apabila masih ragu, wabup meminta agar masyarakat menunggu hasil keputusan MUI. ”Imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan. Kita ingin mewujudkan anak Indonesia yang sehat dan berkualitas di kemudian hari,” jelasnya.

Sementara itu Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Drs. M Tabri mengatakan, vaksinasi ini merupakan program pemerintah pusat untuk menjaga agar anak tetap sehat dan terhindar dari campak.

“Tidak mungkin pemerintah mau pencelakakan masyarakatnya. Makanya program ini harus kita dukung,” katanya.

Tabri mengatakan sampai sekarang memang terjadi polemik mengenai kehalalan vaksin ini.

Menurutnya, Kemenkes sudah menyampaikan bahwa vaksin ini aman namun dari sisi MUI ingin mengetahui bahan vaksin ini. Namun ia mengatakan bahwa MUI tidak melarang vaksinasi ini.Sambil menunggu keputusan MUI, pihaknya tetap meminta agar program vaksinasi ini dilanjutkan dan tidak dihentikan. Tabri mengatakan bahwa bila ada orangtua yang menolak tidak menjadi masalah karena alasan belum ada kejelasan dari MUI.

“Ini kan masih panjang sampai September, sehingga saat nanti ada keputusan MUI bahwa vaksin ini tak masalah, maka silahkan lagi agar yang menolak untuk divaksin kembali,” katanya.

Tabri mengungkapkan bahwa target anak yang akan divaksin di Kabupaten Kaur mencapai 33 ribu orang. (tp)