Longsor, Tenaga Pengajar SDN 119 Terpaksa Jalan Kaki

Luas- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kaur ebebrapa harai terakhir ii memicu longsor hingga menutupi jalan pnguhung antar desa serdang idah menuju ibukota kecamata. Material yang cukup banyak menyebabkan aliran air tersendat.

Material longsor tak hanya berupa tanah. Namun juga bebatuan dan pepohonan. Hal tersebut cukup memghambat penanganan. Bahkan, itu harus memerlukan peralatan khusus.

Akibatnya sejumlah Tenaga pengajar SDN 119 Kaur terpaksa berjalan kaki demi melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru. Tidak hanya itu, seluruh para siswa yang berasal dari desa serdang indah yang sekolah di SMA N 06 KAUR juga harus ikut berjalan kaki menuju jalan poros. Kamis, (30/8/ 2018)

Yang selama ini jalan tersebut bisa di lalui menggunakan kendaraan roda 2. Hal ini disebabkan karna adanya bencana longsor yang sebagian besar menutupi jalan penghubung Desa tersebut. Bencana tanah longsor ini diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Selain aktifisas sekolah harus berjalan kaki, aktifitas para petani juga ikut lumpuh akibat terputusnya jalan penghubung tersebut. Sebab jalan ini merupakan jalan satu-satunya yang dianggap dekat atau strategis untuk menyalurkan komoditas pertanian seperti sawit, kopi dan sebagainya.

Menurut kepala desa serdang indah Rozianto ditengah tingginya intensitas hujan, potensi terjadinya longsor dan pohon tumbang di desanya cukup besar . Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk waspada. “Kalau ada pohon tinggi, bisa lakukan pemangkasan,” imbuhnya.

Kades serdang indah mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk bisa membantu menyingkirkan material longsor

“Karena material longsor sangat banyak, kami segera berkoordinasi dengan PU dan BPBD untuk bisa membantu mengarahkan alat erat, karena susah dilakukan bila menggunakan peralatan manual” pungas Rozianto. (Mizi)