Wabup : “Hormatilah Orang Yang Tidak Merokok”

Bintuhan- “Masalah rokok saat ini masih menjadi maslah nasional, yang perlu terus menurus diupayakan cara penanggulangannya” kata Wakil Bupati Kaur Yulis Suti Sutri, SKM saat memberikan sambutan dalam sosialisasi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur mengenai Perda Nomor 234 Tahun 2016 tentang Kawasan Bebas Rokok, serta Perbup Nomor 63 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok, Selasa (6/11/2018) di GSG

Wabup menambahkan kebiasaan merokok sudah meluas hampir disemua kelompok masyarakat, dan cenderung meningkat, terutama dikalangan anak dan remaja serta semakin gencarnya iklan rokok di media masaa.

“Hal ini memberikan makna bahwa masalah rokok telah menjadi semakin serius, mengingat merokok berisiko menimbulkan gangguan berbagai penyakit atau gangguan kesehatan, yang dapat terjadi pada perokok itu sendiri maupun orang lain yang tidak merokok” ungkap Wabup“Merokok adalah pilihan bagi setiap orang, namun meskipun sebuah pilihan ada konsekwensi yang dilakukan yaitu menghormati orang lain agar tidak terkena dampak akibat asap rokok” tutup Wabup

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu H. Ekwan Antoni, SKM, M.Kes, M.Si yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut, menurutnya kawasan tanpa rokok ditetapkan untuk menurunkan angka kematian dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat. Serta mewujudkan kualitas udara yang sehat, bersih dan bebas dari asap rokok.

“Selain itu, perda juga untuk menurunkan jumlah perokok dan mencegah bertambahnya perokok pemula,” ucapnya. Dia mengungkapkan, kawasan tanpa rokok sendiri berada di lokasi pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum dan kantor.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Drs. M. Tabri dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan perlindungan dari bahayanya asap rokok bagi perokok aktif maupun pasif, melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung dan menciptakan lingkungan bersih dan sehat bebas dari asap rokok.

Kawasan Tanpa Rokok merupakan ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan rokok pada area fasilitas pelayanan kesehatan tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang sudah ditentukan dalam Perda Nomor 234 Tahun 2016 tentang Kawasan Bebas Rokok, serta Perbup Nomor 63 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok.“Sosialisasi ini merupakan tahap awal dalam upaya menegakkan Peraturan Daerah tentang kawasan tanpa rokok. Kedepan, berbagai tindakan juga akan dijalankan. Misalnya dengan menyediakan tempat khusus merokok” ujar tabri

Selain itu, Nantinya Pemerintah juga akan mengedepankan sosialisasi kepada masyarakat. Antara lain dengan menyampaikan imbauan tentang bahaya dan dampak rokok terhadap kesehatan. Imbauan juga disampaikan lewat berbagai media agar masyarakat paham akan bahaya rokok”, Pungkasnya (tp)