Kecamatan Kaur Utara

Letak Astronomis

Secara astronomis Kecamatan Kaur Utara terletak pada 4°24’12” – 4°32’21” Lintang Selatan dan 103°10’5” – 103°25’21” Bujur Timur. Letak astronomis ini memberikan gambaran bahwa Kecamatan Kaur Utara beriklim tropis. Terdapat dua musim seperti umumnya kecamatan lain di Kabupaten Kaur yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Pada tabel dideskripsikan bahwa musim penghujan lebih banyak terjadi pada akhir hingga awal tahun. Sedangkan musim kering atau kemarau lebih banyak terjadi pada pertengahan tahun.

Letak Geografis

Kecamatan Kaur Utara terletak di sebelah barat Pegunungan Bukit Barisan, termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Berjarak sekitar 40 km dari ibukota Kabupaten Kaur dan 230 km dari Provinsi Bengkulu. Luas wilayah daratan mencapai 49,8 km2. Batas-batas wilayah Kecamatan Kaur Utara adalah :

  • Sebelah paling utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Bengkulu Selatan dan Padang Guci Hulu,
  • Sebelah paling selatan berbatasan dengan Kecamatan Padang Guci Hilir dan Kelam Tengah,
  • Sebelah  paling  barat  berbatasan  dengan  Kecamatan  Lungkang  Kule  dan Padang Guci Hulu, dan
  • Sebelah paling timur berbatasan dengan Kecamatan Lungkang Kule.

Luas wilayah yang paling besar di Kecamatan Kaur Utara adalah Desa Tanjung Betung II dengan luas wilayah mencapai 16,64 km2. Sedangkan luas wilayah terkecil di wilayah Desa Pancur Negara seluas 1,82 km2.

Pemerintahan

Kecamatan Kaur Utara merupakan Kecamatan yang terbentuk bersamaan dengan dibentuknya Kabupaten Kaur pada tahun 2003 dengan dasar hukum Undang-undang Nomor 3 tahun 2003 yaitu tentang pembentukan wilayah Kecamatan Kaur Utara Sebagai bagian wilayah administrasi Kabupaten Kaur. Hingga 2013, Kecamatan Kaur Utara terbagi menjadi 11 desa. Permendagri Nomor 18 tahun 2005 merupakan dasar hukum pembentukan 6 desa pertama. Pada tahun 2005, berdasarkan Perda Nomor 30, 31, 36 dan 37 tahun 2005 dimekarkan menjadi 10 desa. Pada tahun 2007 kembali keluar Perda Nomor 54 tahun 2007 sebagai dasar hukum pembentukan Desa Guru Agung II yang merupakan pemecahan dari Desa Guru Agung. Ibukota Kecamatan Kaur Utara terletak di Desa Simpang Tiga. Wilayah administrasi pemerintahan di Kecamatan Kaur Utara terdiri dari 10 desa yang berstatus desa definitif dan 1 kelurahan. Setiap desa dipimpin oleh kepala desa yang
proses penunjukkannya dipilih secara langsung oleh masyarakat desa. Sedangkan kelurahan dipimpin oleh seorang lurah yang penunjukkannya langsung diangkat oleh pemerintah daerah. Perangkat desa/kelurahan terdiri dari kepala desa/lurah (kades), sekretaris desa/kelurahan (sekdes), kepala urusan (kaur), Badan Perwakilan Desa (BPD). Sebagian besar desa di Kecamatan Kaur Utara memiliki Satuan Lingkungan Setempat (SLS) terkecil berupa desa dan RT yang masing-masing diketuai oleh kepala desa dan ketua RT. Dengan adanya perangkat  atau aparatur desa ini menunjukkan bahwa kelengkapan organisasi pemerintah di Kecamatan Kaur Utara sudah tertata dengan baik .

Kependudukan

Jumlah penduduk Kecamatan Kaur Utara pada tahun 2014 diperkirakan mencapai 6.558 jiwa. Pada tahun 2013, jumlah penduduk Kecamatan Kaur Utara tercatat 6.533jiwa. Artinya, pada tahun 2014 terjadi pertumbuhan penduduk sebesar 0,38persen. Jumlah penduduk laki-laki mencapai 3.328jiwa dan perempuan 3.230 jiwa. Rasio jenis kelamin atau sex ratio penduduk Kecamatan Kaur Utara pada 2014 sebesar 103. Angka ini menunjukkan bahwa setiap 100 penduduk perempuan di Kecamatan Kaur Utara terdapat 103 penduduk laki-laki. Dengan luas wilayah 49,80 km2 dan jumlah penduduk 6.558 jiwa, maka kepadatan penduduk di Kecamatan Kaur Utara per km2 adalah 132 jiwa.

Sebaran penduduk menurut desa menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kecamatan Kaur Utara tidak merata tersebar dalam 11 desa dan masih terkonsentrasi di Desa Simpang Tiga sebagai ibukota kecamatan.

Share